Rencana Anggaran Biaya atau RAB membantu kontraktor menjelaskan pekerjaan, volume, harga satuan, dan total biaya kepada pelanggan. Di 101, daftar harga dapat dipakai kembali pada banyak proyek, lalu item yang dipilih disusun menjadi estimasi dan dokumen PDF.
Panduan ini membahas alur operasional di aplikasi. Standar teknis, analisis harga satuan, pajak, dan persyaratan dokumen perlu disesuaikan dengan jenis proyek serta ketentuan yang berlaku bagi proyek tersebut.
Daftar isi:
Mengapa RAB perlu terstruktur?
Harga per satuan luas memang cepat disebutkan, tetapi sulit menjelaskan ruang lingkup, material, dan perubahan pekerjaan. Spreadsheet yang sangat besar juga dapat membingungkan pelanggan jika setiap baris tidak dihubungkan dengan tahap pembayaran.
RAB yang terstruktur membagi biaya berdasarkan jenis pekerjaan. Setiap item memiliki satuan, volume, harga, dan total. Tim dapat memeriksa sumber perhitungan, sementara pelanggan memahami komponen yang disetujui.
Penyusunan RAB biasanya mencakup pembacaan gambar, perhitungan volume, analisis harga satuan, dan rekapitulasi biaya. Aplikasi membantu pencatatan serta penyajian, sedangkan data teknis tetap harus disiapkan oleh pihak yang kompeten.
Data yang perlu disiapkan
- Daftar pekerjaan dan ruang lingkup.
- Satuan serta volume setiap pekerjaan.
- Harga material, tenaga kerja, alat, dan biaya terkait.
- Metode pelaksanaan dan asumsi produktivitas.
- Identitas pelanggan dan proyek.
- Kategori biaya yang konsisten.
- Catatan mengenai pekerjaan yang belum termasuk.
Membuat daftar harga di 101
- Buka bagian daftar harga pada 101.
- Tambahkan nama pekerjaan yang mudah dipahami.
- Pilih kategori dan satuan.
- Isi biaya per satuan dan harga penawaran sesuai kebijakan perusahaan.
- Tambahkan catatan atau tautan ke metode kerja jika diperlukan.
- Periksa data lalu simpan item.
- Ulangi untuk pekerjaan lain yang sering digunakan.
Jika daftar harga sudah tersedia dalam Excel, gunakan fitur impor yang tersedia agar item tidak perlu diketik ulang. Setelah impor, periksa kategori, satuan, angka, dan duplikasi sebelum memakai data pada proyek.
Menambahkan pelanggan dan proyek
Tambahkan pelanggan
Buat kartu pelanggan dengan nama dan kategori yang tepat. Berikan akses hanya jika pelanggan memang perlu melihat ruang kerja perusahaan.
Buat proyek
Isi nama proyek, pelanggan, tanggal target, alamat, dan informasi dasar lain yang membantu tim membedakan proyek. Dokumen, foto, dan catatan proyek sebaiknya disimpan pada ruang yang sama agar konteks tidak tercecer.
Menyusun estimasi pekerjaan
- Buat perhitungan awal pada proyek yang dipilih.
- Pilih pelanggan dan proyek.
- Tentukan kategori biaya yang sesuai.
- Tambahkan item dari daftar harga.
- Masukkan volume setiap pekerjaan.
- Periksa harga satuan dan total.
- Jelaskan batas pekerjaan, asumsi, dan pengecualian pada deskripsi.
- Simpan lalu periksa hasilnya sebelum dikonfirmasi.
Untuk proyek besar, bagi estimasi menjadi kelompok yang jelas seperti persiapan, struktur, instalasi, dan finishing. Pembagian ini memudahkan pemeriksaan dan pembaruan ketika ruang lingkup berubah.
Perhitungan awal berfungsi sebagai acuan. Jangan menganggapnya sebagai realisasi biaya sebelum transaksi dan laporan aktual dicatat pada proyek.
Memeriksa dan membagikan dokumen
- Periksa nama pelanggan, proyek, data perusahaan, dan ruang lingkup.
- Pastikan setiap item memiliki satuan, volume, dan harga yang benar.
- Bandingkan subtotal per kategori dengan total keseluruhan.
- Periksa catatan mengenai pekerjaan yang tidak termasuk.
- Buka bagian dokumen proyek dan pilih dokumen estimasi yang sesuai.
- Buat PDF lalu periksa tampilannya sebelum dibagikan.
Jika ada perubahan, perbarui sumber data dan buat kembali dokumen. Hindari mengedit angka hanya pada salinan PDF karena versi aplikasi dan versi yang diterima pelanggan akan berbeda.

