Biaya tetap dan biaya variabel menunjukkan bagaimana pengeluaran bisnis berubah ketika volume pekerjaan naik atau turun. Pemisahan keduanya membantu menghitung biaya total, menetapkan harga, mencari titik impas, dan memahami mengapa omzet yang meningkat belum tentu langsung menghasilkan laba.
Dalam bisnis berbasis proyek, klasifikasi ini sangat berguna. Sewa kantor dapat tetap sama saat jumlah proyek berubah, sedangkan material, pengiriman, dan upah borongan biasanya bergerak mengikuti pekerjaan. Ketika semua pengeluaran dicampur, manajer sulit melihat proyek mana yang sehat dan berapa volume minimum yang perlu dijual.
Daftar isi:
Apa itu biaya tetap?
Biaya tetap adalah pengeluaran yang tidak langsung berubah karena volume produksi, jumlah proyek, atau banyaknya layanan dalam periode tertentu. Sebuah perusahaan dapat menangani dua proyek bulan ini dan delapan proyek bulan depan, sementara sewa kantor serta gaji tim administrasi tetap mengikuti ketentuan yang sama.
Biaya tetap sering muncul sebelum arus proyek stabil. Contohnya mencakup sewa, langganan perangkat lunak, biaya komunikasi, gaji tetap, asuransi, dan pembayaran terjadwal untuk peralatan. Pengeluaran ini membentuk batas dasar biaya yang perlu ditutup setiap bulan.
Pencatatan biaya tetap biasanya dilakukan pada tingkat perusahaan. Jika satu biaya mendukung banyak proyek, bisnis perlu membaginya dengan metode yang konsisten, misalnya berdasarkan pendapatan, jam kerja, atau volume pekerjaan.
Apa itu biaya variabel?
Biaya variabel bergerak mengikuti volume produksi atau pekerjaan. Proyek baru dapat memunculkan pembelian material, upah borongan, pengiriman, komisi, biaya subkontraktor, atau tambahan tenaga kerja sementara.
Ketika volume turun, total biaya variabel biasanya ikut turun. Karena hubungan ini, biaya variabel sebaiknya dicatat dekat dengan pendapatan dan proyek yang memicunya. Manajer kemudian dapat melihat jumlah yang tersisa setelah biaya langsung untuk membayar biaya tetap dan membentuk laba.
Dalam praktiknya, pemisahan tidak selalu sempurna. Tagihan listrik dapat memiliki komponen dasar dan komponen berdasarkan pemakaian. Biaya semacam ini dapat dibagi menjadi bagian tetap dan variabel agar model lebih akurat.
Perbedaan biaya tetap dan biaya variabel
Perbedaan paling mudah terlihat ketika volume pekerjaan berubah. Pada bulan yang sepi, pembelian material berkurang, sedangkan sewa dan gaji tetap bertahan. Pada bulan yang ramai, biaya variabel meningkat, sementara biaya tetap tersebar ke volume yang lebih besar.
| Kriteria | Biaya tetap | Biaya variabel |
|---|---|---|
| Hubungan dengan volume | Tidak langsung berubah dalam rentang kapasitas tertentu | Berubah mengikuti produksi, proyek, atau layanan |
| Contoh | Sewa, gaji tetap, langganan, asuransi | Material, upah borongan, pengiriman, komisi |
| Kaitan dengan proyek | Sering perlu dialokasikan ke beberapa proyek | Biasanya lebih mudah ditelusuri ke proyek tertentu |
| Risiko saat penjualan turun | Tetap perlu dibayar | Totalnya cenderung ikut turun |
| Fungsi dalam analisis | Menentukan beban dasar dan titik impas | Membentuk biaya langsung serta margin kontribusi |
Ada pula biaya bertahap. Biaya ini terlihat tetap dalam satu rentang kapasitas, lalu melonjak saat skala bertambah. Perusahaan mungkin perlu menyewa gudang lebih besar, menambah supervisor, atau memakai paket perangkat lunak yang lebih tinggi setelah jumlah proyek melewati batas tertentu.
Rumus dan cara menghitung biaya
Rumus dasar biaya total adalah:
Perhitungan dapat dilakukan per bulan, per proyek, atau per unit layanan. Unit dapat berupa produk, jam kerja, kunjungan, meter persegi, atau proyek, sesuai cara bisnis mengukur volumenya.
Ikuti langkah berikut untuk membuat perhitungan bulanan yang dapat diperiksa kembali:
- Kumpulkan seluruh pengeluaran bisnis pada periode yang sama.
- Pisahkan transaksi pribadi dan pembelian yang tidak berhubungan dengan operasi.
- Kelompokkan sewa, gaji tetap, langganan, dan kewajiban terjadwal sebagai FC.
- Kelompokkan material, upah borongan, pengiriman, komisi, dan subkontrak terkait proyek sebagai VC.
- Periksa biaya campuran dan pisahkan komponennya jika data tersedia.
- Jumlahkan FC dan VC untuk mendapatkan TC.
Untuk menghitung biaya per unit, gunakan volume Q:
- Biaya tetap per unit = FC / Q.
- Biaya variabel per unit = VC / Q.
- Biaya total per unit = TC / Q.
Biaya tetap per unit akan menurun ketika volume bertambah selama total FC belum melonjak ke tingkat kapasitas berikutnya. Biaya variabel per unit dapat tetap stabil, naik, atau turun sesuai harga pemasok, produktivitas, dan efisiensi proses.
Pengaruh terhadap titik impas dan laba
Titik impas menunjukkan volume penjualan ketika pendapatan menutup seluruh biaya dan laba masih sama dengan nol. Jika harga per unit adalah P dan biaya variabel per unit adalah v, margin kontribusi per unit sama dengan P − v.
Semakin besar biaya tetap, semakin tinggi volume yang diperlukan untuk mencapai titik impas. Kenaikan gaji tetap, sewa, atau langganan jangka panjang perlu disertai rencana volume yang realistis.
Biaya variabel memengaruhi margin kontribusi secara langsung. Jika harga bahan atau upah borongan naik sementara harga jual tidak berubah, nilai P − v mengecil dan bisnis perlu menjual lebih banyak untuk menutup FC.
Struktur biaya juga memengaruhi leverage operasi. Perusahaan dengan FC tinggi dapat mengalami pertumbuhan laba yang cepat setelah titik impas terlampaui. Struktur yang sama juga membawa risiko lebih besar saat volume turun karena beban tetap terus berjalan.
Untuk mengevaluasi harga sebuah proyek, masukkan biaya variabel yang dapat ditelusuri, lalu alokasikan bagian biaya tetap dengan metode yang konsisten. Tanpa alokasi ini, proyek dapat terlihat menguntungkan walaupun perusahaan secara keseluruhan hanya mencapai titik impas.
Cara mengendalikan biaya dalam bisnis proyek
Pengendalian dimulai dari dua ritme yang berbeda. Biaya tetap direncanakan melalui anggaran dan kalender pembayaran. Biaya variabel dikendalikan melalui estimasi, standar pemakaian, pembelian, dan pencatatan aktual pada setiap proyek.
Gunakan daftar pemeriksaan sederhana setiap bulan:
- Bandingkan biaya tetap aktual dengan anggaran dan jelaskan selisihnya.
- Periksa biaya variabel serta margin kontribusi per proyek.
- Tandai biaya yang berubah bertahap karena kapasitas baru.
- Perbarui titik impas setelah harga jual atau biaya berubah.
- Uji kecukupan kas untuk menutup kewajiban tetap pada bulan yang lebih sepi.
Klasifikasi perlu digunakan secara konsisten dari bulan ke bulan. Pemindahan kategori tanpa alasan membuat tren sulit dibaca. Jika metode alokasi biaya tetap diubah, catat perubahan tersebut agar perbandingan periode tetap masuk akal.
Ketika data proyek, pengeluaran, dan pembayaran berada dalam satu sistem, manajer lebih mudah membandingkan rencana dengan hasil aktual. Aplikasi 101 membantu tim proyek memantau keuangan dan pekerjaan tanpa menyatukan angka secara manual dari banyak percakapan serta lembar kerja. Lihat alurnya melalui presentasi gratis.
Kesimpulannya, biaya tetap menunjukkan beban dasar yang perlu ditutup, sedangkan biaya variabel menunjukkan biaya untuk menghasilkan volume. Pemisahan yang rapi memberi dasar untuk menetapkan harga, menghitung titik impas, merencanakan kas, dan mengelola laba secara lebih terkendali.

