Daftar isi:
Apa yang ditunjukkan margin operasional?
Margin operasional menunjukkan bagian pendapatan yang tersisa sebagai laba operasi setelah biaya operasional. Dalam perbandingan dengan EBIT, pajak yang dikecualikan adalah pajak penghasilan, bukan seluruh pajak dan iuran yang termasuk biaya operasi.
Pendapatan dapat tumbuh, jadwal proyek penuh, dan seluruh tim sibuk, tetapi saldo kas tetap tipis. Kondisi ini sering muncul ketika kenaikan pendapatan tidak diikuti margin operasional yang memadai: uang yang melewati bisnis bertambah, sedangkan porsi laba di dalam arus tersebut tetap kecil.
EBIT adalah laba sebelum pendapatan dan beban bunga serta pajak penghasilan. EBIT dapat berbeda dari laba operasi karena pos nonoperasional lainnya. Tetapkan definisi yang digunakan dan terapkan secara konsisten.
Kesimpulannya, margin operasional menjawab seberapa menguntungkan kegiatan utama perusahaan dan memberi dasar yang jelas untuk mengambil keputusan.
Bagaimana cara menghitung margin operasional?
Rumusnya sederhana. Tantangan utamanya adalah menetapkan definisi pendapatan dan biaya operasional yang dipakai secara konsisten.
Margin operasional = laba operasional ÷ pendapatan × 100%
Seorang pemilik dapat memperoleh hasil 18% dari perhitungan cepat, sementara laporan keuangan menunjukkan 9%. Selisih semacam ini biasanya berasal dari cakupan biaya. Satu perhitungan memasukkan biaya kantor dan manajemen, sedangkan perhitungan lain hanya memasukkan biaya langsung proyek.
Gunakan langkah berikut agar perhitungannya konsisten:
Langkah 1. Tetapkan pendapatan yang menjadi hak periode tersebut dengan satu aturan pencatatan.
Langkah 2. Hitung laba operasional. Kurangi pendapatan dengan biaya langsung proyek, seperti material, kontraktor, dan pembayaran tenaga kerja, lalu kurangi biaya operasional perusahaan, seperti gaji manajemen, kantor, layanan digital, transportasi, dan komunikasi.
Langkah 3. Bagi laba operasional dengan pendapatan, kemudian kalikan hasilnya dengan 100%.
Langkah 4. Bandingkan dengan margin kontribusi. Margin kontribusi berfokus pada pendapatan dan biaya variabel, sedangkan margin operasional juga memperhitungkan lapisan biaya pengelolaan perusahaan.
Kesimpulannya, margin dapat dihitung dalam beberapa menit jika aturan pencatatan sudah disepakati dan tidak diubah setiap bulan.
Berapa margin yang sehat untuk bisnis proyek?
Tidak ada satu persentase yang cocok untuk semua perusahaan. Margin operasional dipengaruhi jenis layanan, cara pelaksanaan pekerjaan, dan struktur biaya. Perusahaan yang banyak menggunakan subkontraktor memiliki ekonomi yang berbeda dari perusahaan dengan tim lapangan tetap.
Jika margin mencapai 14% pada satu bulan lalu turun menjadi 8% pada bulan berikutnya, penurunan itu belum tentu menandakan kegagalan. Dua proyek baru mungkin memerlukan persiapan dan pembelian lebih awal, sementara pendapatannya baru diakui kemudian. Karena itu, tren beberapa periode dengan aturan yang sama lebih berguna daripada satu angka tunggal.
Dalam bisnis berbasis proyek, pantau margin pada dua tingkat: perusahaan dan setiap proyek. Rata-rata perusahaan bisa tampak stabil, sementara satu proyek terus mengalami pembengkakan biaya atau keterlambatan.
Kesimpulannya, margin operasional paling berguna sebagai tren dan alat pembanding antarproyek, bukan sebagai nilai universal yang berlaku untuk semua bisnis.
Kesalahan apa yang membuat hasil perhitungan keliru?
Indikator kehilangan manfaat ketika transaksi di luar kegiatan utama tercampur dengan operasi rutin atau ketika pendapatan dan biaya dicatat dengan dasar waktu yang berbeda.
Jika semua pendapatan proyek dicatat, tetapi sebagian pembayaran dan biaya yang terjadi di luar sistem diabaikan, laporan akan menunjukkan margin yang sebenarnya tidak ada. Keputusan perusahaan kemudian berdiri di atas angka yang keliru.
Empat kesalahan yang sering terjadi:
- mencampur transaksi operasional dengan pendapatan atau biaya sekali waktu, seperti penjualan peralatan, denda, atau pengembalian uang muka;
- mengakui pendapatan saat pekerjaan selesai tetapi biaya hanya saat dibayar, atau sebaliknya, tanpa penyesuaian periode;
- mengabaikan biaya manajemen, kantor, layanan digital, transportasi, dan komunikasi;
- membagi biaya bersama secara tidak tepat sehingga satu proyek menanggung biaya proyek lain.
Kesimpulannya, ketepatan margin operasional dimulai dari disiplin data, bukan dari rumus yang rumit.
Bagaimana cara meningkatkan margin operasional?
Ada tiga kelompok pengungkit: harga, biaya proyek, dan biaya operasional perusahaan. Pilih pengungkit yang benar-benar memperbaiki model kerja, bukan sekadar mempercantik laporan untuk satu periode.
Kenaikan harga belum tentu menaikkan margin apabila tambahan pendapatan habis karena waktu tunggu tim, pekerjaan ulang, keterlambatan pemasok, perubahan tanpa pembayaran, atau beban pelaporan manual. Pendapatan naik, tetapi laba tidak ikut mengejar.
Harga dan kesepakatan. Tetapkan ruang lingkup pekerjaan, jadikan perubahan tambahan sebagai pekerjaan berbayar, dan awasi diskon. Batas yang jelas mengurangi pekerjaan gratis dan konflik dengan pelanggan.
Biaya proyek. Tetapkan syarat pembelian, pantau kehilangan material, gunakan standar kerja yang dapat diperiksa, dan nilai subkontraktor berdasarkan kecepatan serta kualitas.
Biaya operasional. Sesuaikan ukuran tim manajemen dengan skala bisnis, kurangi laporan manual dari manajer proyek, dan tinjau biaya tetap secara berkala.
Kesimpulannya, perbaikan margin dimulai dari satu hambatan utama yang dapat diselesaikan dalam periode berikutnya.
Bagaimana menjadikan margin bagian dari pengelolaan rutin?
Agar margin operasional menjadi alat kerja, masukkan indikator ini ke dalam siklus rutin: tentukan periode pengukuran, aturan pengakuan pendapatan dan biaya, penanggung jawab data, serta satu sumber informasi yang dapat dipercaya.
Ketika perusahaan mengelola beberapa proyek dan sering memindahkan dana di antaranya, sulit untuk melihat proyek mana yang menghasilkan laba dan proyek mana yang menyerap kas. Pemisahan data proyek dan pencatatan pembayaran secara konsisten diperlukan sebelum margin setiap proyek dapat dipercaya.
Di Aplikasi 101, proyek dapat dikelola secara terpisah sehingga pendapatan, biaya, laba, dan profitabilitas setiap proyek terlihat. Pencatatan yang rutin mengubah margin operasional dari angka sesekali di spreadsheet menjadi alat pengelolaan yang berkelanjutan.
PRO+ menyediakan analitik perusahaan dan proyek yang lebih lengkap, termasuk laba dan margin, serta Dana Perusahaan untuk mengatur pemindahan dana manajemen dan menjaga disiplin keuangan.
Mulailah dengan satu periode dan satu aturan pencatatan. Setelah itu, libatkan tim dalam mencatat kejadian serta pembayaran. Indikator menjadi lebih berguna ketika data terkumpul tanpa menyalin informasi secara manual dari percakapan dan berkas terpisah.
Jadwalkan presentasi gratis untuk melihat cara Aplikasi 101 membantu pengelolaan proyek, penyusunan laporan, dan analisis berdasarkan data terkini.
Kesimpulannya, margin operasional dapat dikelola ketika perusahaan memiliki ritme pencatatan, aturan yang seragam, dan alat yang menjaga data tetap rapi.

