Laba bersih negatif sering menimbulkan kekhawatiran: pekerjaan terus berjalan dan pesanan berdatangan, tetapi laporan menunjukkan rugi. Angka itu mempunyai arti yang jelas untuk periode yang diperiksa.
Laba bersih negatif berarti perusahaan mencatat kerugian: beban yang diakui, termasuk pajak dan bunga pinjaman, melebihi pendapatan yang diakui. Pelunasan pokok pinjaman mengubah saldo kas dan jumlah utang, tetapi bukan dengan sendirinya beban dalam perhitungan laba.
Omzet, uang muka pelanggan, dan banyaknya pesanan dapat menyamarkan kerugian. Untuk menemukan penyebabnya, bandingkan perhitungan laba dengan waktu penerimaan serta pembayaran kas.
Daftar isi:
Apa arti laba bersih negatif?
Laba bersih adalah hasil suatu periode setelah beban, bunga, dan pajak diakui. Pembayaran pokok pinjaman memengaruhi arus kas dan utang yang tersisa, tetapi tidak dengan sendirinya mengurangi laba.
Jika hasilnya di bawah nol, akuntansi dan laporan manajemen menyebutnya kerugian. Pos laba bersih dalam laporan laba rugi akan bernilai negatif.
Satu bulan yang rugi dapat diikuti bulan yang untung. Dalam bisnis berbasis proyek, pendapatan bisa diakui setelah proyek besar selesai; pengerjaan ulang, kunjungan garansi, atau menurunnya pekerjaan kemudian dapat membuat periode berikutnya rugi lagi.
Bagaimana menghitung laba bersih?
Mulailah dari pendapatan, lalu kurangi seluruh beban yang berkaitan dengan periode tersebut. Bisnis konstruksi dan renovasi sering melewatkan langganan perangkat lunak, kantor, iklan, bunga pembayaran bertahap, dan komisi perantara. Tanpa beban itu, laporan bisa tampak untung padahal hasil sebenarnya negatif.
Pendapatan juga harus diakui secara konsisten: pekerjaan yang baru diharapkan tidak sama dengan pekerjaan yang sudah selesai dan didokumentasikan. Blog 101 membahas kapan pendapatan dianggap diperoleh (dalam bahasa Rusia).
Untuk perhitungan manajemen, telaah pendapatan, laba kotor setelah biaya langsung, lalu laba bersih setelah beban lain dan pajak. Laba bersih bukan saldo rekening bank; periksa arus kas secara terpisah.
| Ukuran | Apa yang ditunjukkan | Kekeliruan yang umum |
|---|---|---|
| Laba kotor | Pendapatan dikurangi biaya langsung pekerjaan atau layanan | Biaya kantor, iklan, pajak, dan beban lain masih harus dikurangkan |
| Laba bersih | Hasil akhir setelah beban, bunga, dan pajak | Laba sebelum pajak sering disangka laba bersih |
| Arus kas | Uang masuk dan keluar pada tanggal tertentu | Menunjukkan apakah uang tersedia sekarang, bukan apakah usaha menghasilkan laba |
Untuk rumus dan contoh konstruksi, baca cara menghitung laba bersih perusahaan konstruksi (dalam bahasa Rusia).
Mengapa laba bersih menjadi negatif?
Ada dua pola yang sering terjadi. Proyek itu sendiri merugi karena estimasi melewatkan biaya, risiko diremehkan, biaya pelaksanaan naik, atau pekerjaan tambahan dilakukan tanpa perubahan yang disepakati. Sebaliknya, proyek dapat menutup biaya langsungnya tetapi perusahaan tetap merugi setelah biaya tetap dan biaya pembiayaan.
Markup dan margin mudah tertukar. Markup dihitung terhadap biaya; margin dihitung terhadap harga akhir yang dibayar pelanggan. Menganggap persentasenya sama dapat membuat harga terlihat memadai padahal laba bersih akhirnya negatif.
Periksa kelompok biaya berikut terlebih dahulu:
- harga tenaga kerja dan material, termasuk margin menurut jenis pekerjaan;
- biaya rutin walaupun proyek sedang sedikit: kantor, gaji, perangkat lunak, dan pembukuan;
- diskon, pengerjaan ulang, kunjungan garansi, serta cacat yang ditanggung perusahaan;
- komisi perantara atau agen berdasarkan nilai kontrak yang dapat menghabiskan laba proyek.
Di aplikasi 101, kerugian dapat dicatat sebagai peristiwa tersendiri agar tidak tersembunyi dalam jumlah biaya umum. Laporan yang menunjukkan rugi dapat membagikan hasil negatif di antara peserta proyek.
Apa bedanya kerugian dan kesenjangan kas?
Laba bersih negatif menjawab apakah perusahaan memperoleh laba selama periode itu. Kesenjangan kas menjawab apakah uang yang tersedia cukup untuk pembayaran yang segera jatuh tempo. Mencampur keduanya dapat menghasilkan tindakan yang keliru.
Proyek yang menguntungkan pun dapat mengalami kesenjangan kas: pekerja harus dibayar hari ini, sedangkan pelanggan membayar setelah menerima pekerjaan. Blog 101 menjelaskan penyebab dan pencegahan kesenjangan kas dalam konstruksi (dalam bahasa Rusia).
Keadaan sebaliknya juga mungkin: uang muka atau dana pinjaman membuat saldo rekening positif, meskipun hasil periode tersebut rugi. Saldo rekening saja tidak membuktikan profitabilitas.
Bagaimana menemukan penyebab kerugian?
Analisis satu periode dan satu tingkat perhitungan pada satu waktu. Cara ini berlaku untuk perusahaan dengan banyak proyek maupun tim yang menangani dua atau tiga renovasi sekaligus.
- Langkah 1. Tentukan periode: bulan, kuartal, atau proyek. Jangan campur laba satu proyek dengan hasil bulanan seluruh perusahaan; biaya tetap dapat membuat perusahaan rugi walaupun proyeknya untung.
- Langkah 2. Cocokkan pendapatan dengan pekerjaan selesai, dokumen serah terima, dan volume yang disetujui. Pendapatan berdasarkan harapan membuat angka laba tidak dapat diandalkan.
- Langkah 3. Kumpulkan biaya langsung per proyek: material, pekerja, subkontraktor, dan pengiriman. Ini dasar laba kotor.
- Langkah 4. Tambahkan biaya umum dan pembiayaan: kantor, gaji, perangkat lunak, bunga pinjaman, pajak, dan komisi agen. Di sini mungkin terletak alasan laba bersih turun di bawah nol.
- Langkah 5. Bandingkan laba rugi dengan pergerakan kas. Jika hasil dan kas yang tersedia sama-sama negatif, tangani kedua masalah itu. Saldo positif dapat berasal dari uang muka, pinjaman, pelunasan piutang lama, atau saldo yang dibawa dari periode sebelumnya; saldo saja tidak menunjukkan sumbernya.
Aplikasi 101 dapat menyatukan pendapatan dan biaya proyek, laporan termasuk laba rugi, dana yang diserahkan untuk dipertanggungjawabkan, dan utang. Artikel tentang penyederhanaan laporan konstruksi (dalam bahasa Rusia) menjelaskan rangkaian laporan itu.
Bagaimana memulihkan profitabilitas?
Jika laba bersih negatif terus berulang, telaah keputusan manajemen yang memengaruhi ekonomi usaha, bukan hanya memperlakukan angka itu sebagai persoalan pembukuan.
Perbaiki harga berdasarkan margin. Persentase yang ditambahkan pada biaya dapat terlihat cukup sampai Anda menghitung margin terhadap harga pelanggan. Pisahkan markup dari margin. Baca penjelasan perbedaan keduanya (dalam bahasa Rusia).
Pisahkan biaya tetap dan variabel. Daftar kewajiban bulanan yang jelas menunjukkan berapa laba kotor yang diperlukan untuk menutupnya. Artikel laba bersih konstruksi yang ditautkan di atas juga mengulas jenis biaya.
Catat kerugian sebagai peristiwa dan masukkan risiko ke harga. Pengerjaan ulang, cacat, dan material rusak dapat muncul dalam proyek. Jika tidak dicatat, penyebab rugi yang sama bisa berulang tanpa terlihat.
Pantau sedikit ukuran secara konsisten. Anda tidak perlu membuat puluhan laporan dalam satu hari. Mulailah dari laba per proyek, margin per jenis pekerjaan, dana perusahaan, dan dana yang harus dipertanggungjawabkan. Pada minggu kedua pemantauan yang konsisten, angka-angka ini sudah dapat menjawab separuh pertanyaan tentang laba bersih negatif.
Untuk topik terkait, lihat bagian bisnis blog 101 (dalam bahasa Rusia).

