Perhitungan biaya pokok membantu Anda memeriksa apakah harga sudah menutup biaya nyata bisnis. Jika dana bebas di rekening sedikit, periksa biaya pokok sekaligus arus kas: laba dan saldo rekening berbeda, misalnya karena tenggat pembayaran, persediaan, dan pelunasan pinjaman.
Untuk barang, situasinya bisa seperti ini: perusahaan membeli lalu menjual satu batch, tetapi tidak memperbarui perhitungan biaya. Penyimpanan dan pengiriman menjadi lebih mahal, retur dan penghapusan persediaan meningkat, sementara manajer penjualan tetap menjual dengan daftar harga lama. Laba yang diharapkan ternyata lebih tinggi daripada laba aktual.
Pada jasa, ceritanya serupa: tim sibuk, jadwal penuh, pelanggan membayar, sementara biaya overhead dan pengeluaran kecil perlahan membuat hasil usaha merugi. Untuk mengelola harga, profitabilitas, dan volume pekerjaan, Anda perlu memahami biaya pokok per unit barang dan per unit jasa terlebih dahulu.
Daftar isi:
- Mengapa biaya pokok barang dan jasa perlu dihitung terpisah?
- Istilah: biaya pokok, harga, markup, laba
- Bagaimana cara menghitung biaya pokok barang?
- Bagaimana cara menghitung biaya pokok jasa?
- Bagaimana cara mengalokasikan biaya overhead?
- Bagaimana cara mencatat perhitungan dan memperbarui angka?
- Bagaimana Aplikasi 101 membantu mengendalikan biaya pokok?
Mengapa biaya pokok barang dan jasa perlu dihitung terpisah?
Barang dan jasa sering tercantum dalam satu nota. Dalam renovasi, Anda menjual pekerjaan sekaligus material. Dalam perdagangan, hubungannya serupa: barang menghasilkan pendapatan, sedangkan layanan pengiriman dan perakitan menghasilkan pembayaran tambahan. Jika semuanya dihitung sekaligus, jawaban atas pertanyaan “dari mana sebenarnya laba kita berasal?” menjadi tidak jelas.
Risiko utama barang terletak pada pembelian dan perputarannya: harga beli naik, barang dijual dengan daftar harga lama, lalu margin menyusut. Risiko utama jasa terletak pada waktu kerja dan pekerjaan ulang: tarif pekerja tetap, waktu yang dibutuhkan bertambah, sebagian pekerjaan menjadi tidak dibayar, dan porsi overhead per unit meningkat. Sebaiknya tetapkan sejak awal prinsip “harga dan biaya pokok dicatat terpisah” agar tim menggunakan pemahaman yang sama.
Sebagai panduan singkat, barang biasanya dihitung “per unit”, seperti buah, set, atau meter. Jasa dihitung “per unit yang dapat diukur”, seperti jam, m², kunjungan ke lokasi, atau proyek. Selanjutnya, kedua model disusun dari biaya langsung dan porsi biaya overhead.
Istilah: biaya pokok, harga, markup, laba
Sebelum menghitung, bedakan empat istilah. Biaya pokok adalah biaya yang dibebankan pada barang atau jasa menurut aturan pencatatan yang dipilih. Harga adalah jumlah yang dibayar pelanggan per unit. Markup adalah tambahan atas biaya pokok; tambahan ini menutup pengeluaran yang belum dimasukkan ke dalam biaya pokok dan membentuk laba. Laba adalah selisih antara pendapatan dan biaya yang terkait. Jenis laba bergantung pada biaya apa saja yang telah Anda kurangkan.
Hasil proyek bergantung pada komponen biaya pokok. Jika biaya langsung dan alokasi biaya produksi tetap sudah dimasukkan, biaya tetap tersebut tidak dikurangkan lagi. Jika semua biaya variabel dikurangkan dari pendapatan, selisihnya menunjukkan margin kontribusi: jumlah ini terlebih dahulu menutup biaya tetap bisnis, lalu sisanya membentuk laba.
Sumber kebingungan lain yang sering muncul adalah margin dan markup. Jika Anda ingin memahami perbedaannya sekali dengan jelas agar tidak kembali berdebat di chat, artikel 101 tentang perbedaan margin dan markup dapat membantu.
Untuk membedakan “berapa biaya bagi perusahaan” dan “berapa yang dibayar pelanggan”, Anda juga dapat merujuk pada definisi dalam artikel 101 tentang harga dan biaya.
Bagaimana cara menghitung biaya pokok barang?
Untuk barang, ada dua situasi dasar: penjualan kembali dan produksi. Dalam penjualan kembali, biaya pokok per unit lebih mudah dihitung. Dalam produksi, biaya bersama di tempat produksi juga perlu dialokasikan.
Contoh hipotetis: sebuah perusahaan renovasi kecil memiliki ruang pamer yang menjual lampu dan perlengkapan. Daftar harga diperbarui sekali setiap musim. Pada pertengahan bulan, ternyata lampu yang dianggap “menguntungkan” justru menimbulkan kerugian: pengiriman dari kota lain menjadi lebih mahal, kemasan kini berbayar, dan sebagian barang dikembalikan karena cacat. Biaya-biaya ini belum dimasukkan ke dalam perhitungan biaya pokok sebelumnya.
Rumus dasar untuk barang yang dibeli: biaya pokok per unit = harga beli + pengiriman hingga gudang + kemasan + biaya transaksi pembayaran pembelian + porsi kerugian persediaan (cacat, ketidaksesuaian jenis barang, retur, penghapusan persediaan). Terlebih dahulu, nyatakan semua komponen untuk satu unit barang yang sama.
Biaya kantor, pembukuan, dan iklan dapat dicatat dalam kelompok tersendiri pada akuntansi manajemen. Laba kotor adalah pendapatan dikurangi biaya pokok barang yang terjual menurut aturan pencatatan yang dipilih. Untuk menghitung margin kontribusi, kurangkan semua biaya variabel dari pendapatan, termasuk biaya variabel penjualan dan logistik. Margin kontribusi menutup biaya tetap, lalu sisanya membentuk laba. Jangan mengurangkan kembali biaya yang sudah dimasukkan ke dalam biaya pokok.
Jika Anda memproduksi barang, tambahkan bahan langsung, upah tenaga kerja langsung, biaya produksi variabel (listrik dan bahan habis pakai), serta porsi biaya produksi tetap (sewa dan penyusutan peralatan). Pilih dasar alokasi yang benar-benar menjelaskan penggunaan kapasitas produksi: jam kerja standar, jam mesin, m², atau unit barang.
Bagaimana cara menghitung biaya pokok jasa?
Logika jasa paling mudah dipahami melalui satuan ukurnya. Untuk renovasi, satuannya bisa berupa m²; untuk pemasangan, kunjungan ke lokasi; untuk insinyur, jam; untuk desainer, tahap proyek. Semakin tepat satuannya, semakin mudah mengelola daftar harga dan membandingkan rencana dengan realisasi.
Artikel 101 tentang biaya pokok jasa menawarkan model sederhana: biaya langsung ditambah porsi overhead.
Selanjutnya, gunakan langkah perhitungan berikut. Pendekatannya bersifat umum: hanya angka dan satuan ukurnya yang berubah.
- Pilih satuan ukur jasa: m², jam, kunjungan ke lokasi, atau proyek.
- Hitung biaya langsung per unit: upah tenaga kerja, material (jika Anda membelinya sendiri), perjalanan tertentu, dan pengiriman.
- Tambahkan biaya variabel yang belum dimasukkan ke dalam biaya langsung: bahan habis pakai, kunjungan garansi, dan pekerjaan ulang. Untuk perhitungan rencana, biaya ini dapat diperkirakan sebagai persentase dari biaya langsung, lalu diperiksa berdasarkan data aktual.
- Alokasikan overhead: jumlahkan biaya tetap satu bulan yang berkaitan dengan jasa yang dipilih, lalu bagi dengan volume aktual jasa tersebut pada bulan yang sama dalam satuan yang dipilih. Jangan menambahkan kembali biaya langsung dan biaya variabel yang sudah diperhitungkan.
- Jumlahkan biaya langsung, biaya variabel, dan overhead untuk mendapatkan biaya pokok per unit jasa.
Sebagai contoh ilustratif dalam rubel Rusia, ambil jasa “pemasangan wallpaper, m²”. Upah pekerja adalah 250 ₽ per m². Biaya variabel diperkirakan sebesar 10%, sehingga ada tambahan 25 ₽. Biaya overhead sebesar 300 000 ₽ per bulan dengan volume pekerjaan 1 000 m² menghasilkan overhead 300 ₽ per m². Biaya pokok akhirnya: 250 + 25 + 300 = 575 ₽ per m².
Selanjutnya, bandingkan biaya pokok dengan harga saat ini dan tentukan model penetapan harga yang sesuai: tertutup atau terbuka. Dalam model terbuka, biaya pokok dan harga dicatat terpisah, sedangkan markup ditetapkan sebagai persentase yang transparan.
Bagaimana cara mengalokasikan biaya overhead?
Biaya overhead jarang menjadi perdebatan saat bisnis masih kecil. Kemudian muncul kantor, pengadaan, iklan, langganan, penasihat hukum, dan manajer proyek. Pada titik ini, tim perlu menentukan jasa mana yang akan menanggung biaya tersebut.
Prinsip praktisnya: alokasikan overhead berdasarkan pemicu biaya yang paling tepat menjelaskan mengapa perusahaan mengeluarkan biaya itu. Untuk perusahaan renovasi, luas (m²) atau waktu kerja (jam) sering sesuai. Untuk produksi, gunakan jam mesin atau batch. Untuk perdagangan, gunakan jumlah pengiriman atau pendapatan per kelompok barang.
Jika Anda ingin mendalami pembahasannya, mulailah dari definisi biaya langsung dan batas biaya yang dibebankan ke lokasi proyek. Blog 101 memiliki artikel khusus tentang biaya langsung (dalam bahasa Rusia) yang membantu tim menetapkan aturan pencatatan.
Bagaimana cara mencatat perhitungan dan memperbarui angka?
Perhitungan sekali saja memberi kelegaan selama seminggu. Setelah itu, harga pemasok, tarif pekerja, dan ketentuan pengiriman berubah, sementara biaya mendapatkan pelanggan meningkat. Biaya pokok ikut berubah, sehingga hal terpenting adalah membangun siklus: hitung → catat → periksa realisasi → perbarui.
Langkah praktisnya: tutup periode setiap bulan, periksa bagian mana yang harganya terlalu dekat dengan biaya pokok, lalu perbarui daftar harga dan aturan. Pada tahap yang sama, pantau volume pekerjaan minimum yang menutup biaya tetap. Perhitungan titik impas (dalam bahasa Rusia) membantu Anda melakukannya.
Tahap selanjutnya adalah memantau profitabilitas per lini usaha dan per proyek. Artikel 101 tentang perhitungan profitabilitas bisnis dapat membantu.
Ada satu hal lagi yang mudah terlupakan: biaya yang dianggap sebagai pengeluaran rutin di latar belakang dan tidak masuk ke perhitungan. Artikel blog 101 tentang biaya tersembunyi bisnis (dalam bahasa Rusia) dapat menjadi daftar pemeriksaan yang berguna.
Bagaimana Aplikasi 101 membantu mengendalikan biaya pokok?
Kesulitan utama dalam menghitung biaya pokok biasanya ada pada pengumpulan data aktual: berapa yang benar-benar dikeluarkan untuk pekerja, material, pengiriman, subkontrak, pekerjaan garansi, dan kantor. Rumusnya sendiri biasanya bukan masalah utama. Semakin terlambat Anda mengumpulkan data, semakin banyak bagian yang hilang dari gambaran keseluruhan.
Di Aplikasi 101, Anda dapat mencatat uang per lokasi proyek serta menentukan satuan ukur, biaya pokok, dan harga pada setiap item daftar harga. Ini membantu membedakan biaya perusahaan dan jumlah yang dibebankan kepada pelanggan.
Selanjutnya, catat transaksi proyek: penerimaan uang, pembayaran kepada pekerja dan kontraktor, pembelian, serta pengeluaran lainnya. Bedakan penyerahan uang dan laporan penggunaannya agar jumlah yang sama tidak dihitung dua kali. Untuk mendapatkan biaya pokok penuh, periksa juga apakah biaya lainnya dan porsi overhead sudah diperhitungkan.
Jika Anda ingin melihat penerapannya pada proyek Anda, ikuti presentasi gratis. Pakar akan menunjukkan bagaimana biaya pokok, markup, dan laba tercermin dalam pencatatan.
Untuk mengendalikan penyimpangan, bandingkan rencana dengan realisasi dan periksa pengeluaran per kategori biaya. Pastikan ketersediaan fitur analitik yang Anda perlukan pada PRO+ dengan memeriksa tabel paket yang berlaku di akun Anda.





